Rabu, 24 Juni 2015

Minum Sambil Berdiri, bolehkah? ..

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. ;)
kembali lagi dengan saya, pengangguran yang lagi nulis-nulis di blog haha.. :D Selama ngga ada komplain dari kalian semua para netizen.. ya selama itu pula tulisan-tulisan disini terus beredar.. kecuali... ya sampai waktu yang ditentukan :)
Okelah ngga usah panjang lebar tinggi luas berat tinggi *halaah -_-* langsung aja kita masuk ke benang merahnya. 
Gue mau bahas lagi tentang yang namanya minum sambil berdiri. Bukannya gue mau repost artikel gue yang kemarin, tapi ternyata, ada beberapa perbedaan pandangan para ulama' mengenai hal ini. Penasaran? jangan deh! mainstream kalo jawaban lu penasaran :v sekali-kali jawab kagak gitu kek :3
yaudah.. penasaran atau kagak, gue tetep bakalan ngepost masalah ini :v let's check this out :D 


Siapa sih yang nggak pernah minum sambil berdiri. Gue yakin semuanya yang ngebaca postingan gue ini pernah ngelakuin hal itu. Mungkin banyak dari kita yang udah tau bahkan paham kalo minum sambil berdiri itu nggak sehat. Kalo ada yang belum tau, bisa baca disini nih ~> http://fahmi-sh.blogspot.com/2013/10/inilah-alasan-mengapa-rasulullah.html#more
Jawaban singkatnya adalah bahwa minum sambil berdiri hukumnya mubah atau boleh, tapi alangkah baiknya kalo dilakukan sambil duduk. Kenapa bisa gitu? apa dalilnya?
Ada beberapa dalil hadits yang saling berbeda esensinya. Sebagian membolehkan kita minum sambil berdiri dan sebagian lagi tidak demikian. Hadits pertama adalah:

Dari Ibnu Abbas ra. berkata, "Aku memberi minum nabi SAW air zam-zam, maka beliau meminumnya sambi berdiri." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini dishahihkan bukan hanya oleh Imam Bukhari tetapi Imam Muslim juga sepakat bahwa kedudukannya shahih. Hadits ini tegas sekali menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah minum air zam-zam sambil berdiri. Maka kalangan yang membolehkan mnum sambil berdiri, berdalil dengan menggunakan hadits shahih ini.
Ada juga hadits-hadits serupa yang menjelaskan kebolehan minum sambil berdiri. Diantaranya:

Dari Umar ra. berkata, "Dahulu kami pernah di zaman Rasulullah SAW makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri." (HR Tirmizy)

Dari Amru bin Syu''aib ra dari ayahnya dari kakeknya berkata, "Aku pernah melihat Rasulullah SAW minum sambil berdiri dan sambil duduk." (HR Tirmizi)

Imam At-Tirmizi menjelaskan bahwa derajat kedua hadits ini adalah hasan shahih.
Kesemua hadits di atas menunjukkan kebolehan minum sambil berdiri. Selain dilakukan oleh Rasulullah SAW, juga dilakukan oleh para shahabat beliau.

Tapi kita juga mempunyai beberapa hadits lainnya yang secara esensi sangat berbeda hukumnya. Hadits-hadits ini justru menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang kita minum sambil berdiri, bahkan sampai harus dimuntahkan kembali. Dan hebatnya, ternyata hadits-hadits berikut ini juga tidak kalah shahihnya.

Dari Anas ra. dari nabi SAW bahwa beliau melarang seorang laki-laki mium sambil berdiri. Qatadah berkata, "Kami bertanya kepada Anas, "Bagaimana bila makan sambil berdiri?" Beliau SAW menjawab, "Itu (makan sambil berdiri) lebih jahat lagi (hukumnya)." Maksudnya lebih buruk lagi.

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa nabi SAW melarang keras minum sambil berdiri.

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian minum sambil berdiri. Bila lupa maka muntahkanlah." (HR. Muslim)

Lalu, kenapa bisa ada hadits-hadits yang makna dan isinya bertolak belakang seperti itu? Jawabnya, bisa-bisa saja dan bukan merupakan aib. Sehingga amat wajar bila para ulama satu sama lain saling berbeda dalam menarik kesimpulan hukum atas masalah ini.

Menurut Imam Al-Nawawi Rahimahullah, hukum minum sambil berdiri mutlak dibolehkan. Lantaran ada hadits shahih yang cukup banyak yang menyebutkan bahwa nabi SAW melakukannya. Meski pun demikian beliau pun menerima keshahihan hadits yang melarang minum sambil berdiri. Maka kesimpulan beliau bahwa minum itu boleh sambil berdiri, tapi lebih utama bila sambil duduk. Dengan lafadz itu pula beliau menuliskan pendapatnya dalam kitab Riyadhus-Shalihin.

Jadi begitu sodara-sodaraaa.. minum sambil berdiri pada dasarnya boleh, tapi alangkah buuuaaaikknya bila dilakukan sambil duduk. Demikian, Wallahu A'lam Bi Shawwab..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh



NB: Dikutip dari E-Book "Fiqih Kuliner" karya Ahmad Sarwat, Lc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar