Senin, 22 Juni 2015

EUTHANASIA.... boleh atau tidak??

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Setelah sekian bulan blog ini tak terurus karena kesibukan pemiliknya *ceileeh* akhirnya tepat saat bulan romadhon ini kembali aktif. sebenernya bukan berarti kalo blog ini dah aktif karena pemiliknya nganggur yah, justru sekarang malah lagi pusing buat nentuin masa depan setelah lulus SMA (maaf curhat ya guys, bingung mau curhat ke siapa soalnya -_-)

okelah langsung saja, sesuai judul blog diatas, kali ini kita akan membahas segala tentang euthanasia. Anda penasaran?? check this out!! :D



Euthanasia sendiri sering diartikan sebagai tindakan memudahkan kematian seseorang dengan sengaja tanpa merasakan sakit, karena kasih sayang, dengan tujuan meringankan penderitaan si sakit, baik dengan cara positif maupun negatif. Euthanasia ini bisa dibagi 2 kawan-kawan, ada euthanasia positif dan euthanasia negatif. gue jabarin satu-satu yee...

1. Euthanasia positif, atau kalo orang arab bilang ‘taisir al-maut al-fa'al’, adalah metode "membunuh" kepada seorang pasien dengan perantara alat-alat medis. kalo mau lebih jelas, nih ada contohnya..
  •  Seseorang menderita kanker ganas dengan rasa sakit yang luar biasa hingga penderita sering pingsan. Dalam hal ini dokter yakin bahwa yang bersangkutan akan meninggal dunia. Kemudian dokter memberinya obat dengan takaran tinggi (overdosis) yang sekiranya dapat menghilangkan rasa sakitnya, tetapi menghentikan pernapasannya sekaligus.
  •  Orang yang mengalami keadaan koma yang sangat lama, misalnya karena bagian otaknya terserang penyakit atau bagian kepalanya mengalami benturan yang sangat keras. Dalam keadaan demikian ia hanya mungkin dapat hidup dengan mempergunakan alat pernapasan, sedangkan dokter berkeyakinan bahwa penderita tidak akan dapat disembuhkan.

nah sekarang, bandingin ama yang satunya..

2. Euthanasia negatif adalah metode "mematikan" dengan kasih sayang yang lebih "santun" ketimbang euthanasia positif, karena pada metode ini, sang dokter tidak perlu menggunakan alat-alat medis tertentu untuk "menyelesaikan" pasiennya. nih contohnya..
  • Seorang anak yang kondisinya sangat buruk karena menderita tashallub al-Asyram (kelumpuhan tulang belakang) atau syalal almukhkhi (kelumpuhan otak). Dalam keadaan demikian ia dapat saja dibiarkan --tanpa diberi pengobatan-- apabila terserang penyakit paru-paru atau sejenis penyakit otak, yang mungkin akan dapat membawa kematian anak tersebut.
Dalam contoh euthanasia negatif diatas, penghentian pengobatan merupakan salah satu cara terakhir yang dapat ditempuh, karena, anak-anak yang menderita penyakit tersebut umumnya tidak berumur panjang. Maka menghentikan pengobatan dan mempermudah kematian secara pasif tersebut dapat dilakukan untuk mencegah perpanjangan penderitaan dari si sakit dan beban ekonomi yang ditanggung orangtuanya.

Nah pertanyaannya sekarang ialah, apakah 2 perbuatan diatas diperbolehkan dalam islam?? apakah si dokter mendapat dosa karena membunuh pasiennya?? jawabannya akan kita temukan setelah pesan-pesan berikut ini *haha nggak lah :v*

Untuk poin pertama, yakni memudahkan kematian secara aktif (euthanasia positif), TIDAK DIPERKENANKAN oleh ketentuan syara', sebab yang demikian itu berarti dokter melakukan tindakan aktif membunuh si sakit dengan memberi obat dengan dosis tinggi hingga pasien OD. Dalam hal ini dokter telah membunuh dan mendapat dosa yang besar. Walaupun si dokter melakukan hal tersebut atas dasar kasihan dan menyayangi si pasien, tetap saja hal tersebut tidak dibenarkan. Bagaimanapun ia tidak lebih pengasih dan penyayang daripada Dzat yang menciptakannya, Allah 'Azza wa Jalla yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Begituuu ^_^ v

Sedangkan untuk Euthanasia negatif, yaitu "menghentikan pengobatan" atau tidak memberikan pengobatan, insyaAllah dapat dibenarkan. Hal ini merujuk kepada keyakinan si dokter bahwa pengobatan yang dilakukan tidak ada gunanya dan tidak memberi harapan untuk sembuh kepada si sakit, sesuai dengan sunnatullah (hukum Allah terhadap alam semesta) dan hukum sebab-akibat.

Itulah tadi Euthanasia dan segala perbedaan pendapatnya, semoga bermanfaat ya. Wallahu A'lam.

Oh iya, semua penjelasan diatas adalah hasil pemikiran seorang hamba Allah terpilih, bapak Ahmad Sarwat, Lc dalam E-book nya yang berjudul "Fiqih Kontemporer". Gue cuma dapet tugas buat nge-share doank :D udahan yaa :')
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar